HALO TEMAN TEMAN KEMBALI LAGI DI BLOG SAYA!!!
Kali ini saya akan membahas tentang perbedaan surat Formal dan Informal mulai dari pengertian hingga struktur surat dan contoh, berikut dibawah ini penjelasan lebih lengkapnya.
Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis
oleh suatu pihak kepada pihak lain. Meski fungsi surat telah digantikan
dengan berbagai macam teknologi yang semakin mutakhir baru-baru ini,
tetap saja beberapa hal membutuhkan surat dalam bentuk cetak untuk
menjamin kesahihan surat tersebut. Berdasarkan pemakaiannya, surat
dibagi menjadi dua yaitu surat formal dan informal. Berikut adalah
penjabaran tentang surat formal dan informal.
A. Surat Formal
Surat formal disebut juga surat resmi. Pesan yang tertulis dalam
surat resmi umumnya menggunakan bentuk surat yang biasanya dipakai oleh
lembaga atau instansi tertentu. Surat formal digunakan untuk kepentingan
resmi, baik perseorangan, instansi, maupun organisasi; misalnya
undangan, surat edaran, surat pemberitahuan, dsb. Surat formal memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
- Surat ditulis menggunakan kop surat yang menjelaskan organisasi atau instansi yang mengeluarkan surat tersebut.
- Terdapat nomor surat, lampiran dan perihal yang jelas.
- Menggunakan salam pembuka dan salam penutup yang lazim.
- Menggunakan ragam bahasa resmi.
- Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi terkait.
- Memiliki aturan format yang baku pada setiap bagiannya.
- Untuk mengetahui aturan formatnya, berikut bagian-bagian surat resmi :
1) Kepala Surat/Kop Surat
Kop surat terdiri dari :
- Nama instansi/lembaga terkait, ditulis menggunakan huruf kapital/huruf besar.
- Alamat instansi/lembaga terkait, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil yang sesuai.
- Logo instansi/lembaga.
2) Nomor surat, ditulis di sisi kiri, nomor surat ditulis sesuai urutan surat yang diterbitkan dengan format tertentu.
3) Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat itu sendiri.
4) Hal, berisi perihal yang menjelaskan garis besar isi surat.
5) Tanggal surat, ditulis di sisi kanan sejajar dengan nomor surat.
6) Alamat yang dituju.
7) Pembuka/salam pembuka, ditulis dengan diakhiri tanda koma.
8) Isi surat
Isi surat merupakan uraian yang terdiri dari uraian hari, tanggal,
waktu, tempat dan hal-hal yang ingin disampaikan, ditulis menggunakan
huruf kecil kecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD)
haruslah menyesuaikan.
9) Penutup surat, terdiri dari :
- Salam penutup
- Jabatan pengirim surat
- Tanda tangan
- Nama, yang disertai dengan nomor induk pegawai (NIP)
10) Tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan.
CONTOH SURAT FORMAL
B. Surat Informal
Surat informal disebut juga surat pribadi yang digunakan untuk
kepentingan pribadi. Surat pribadi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak menggunakan kop surat.
2. Tidak mencantumkan nomor surat.
3. Menggunakan salam pembuka dan salam penutup yang bervariasi.
4. Menggunakan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis surat.
5. Tidak memiliki aturan format yang baku.
CONTOH SURAT INFORMAL
Ibu tersayang,
Aku
tidak dapat menunggu untuk mengatakan padamu tentang pacar baruku yang
telah aku temui di kampus. namanya elizabet, aku memanggilnya lizzy
sebagai nama pendeknya, dia datang dari jakarta tetapi dia tinggal di
semarang dengan bibinya. lizzy adalah gadis yang langsing dengan tinggi
rata-rata, rambut pendeknya membuat dia kelihatan muda dan segar. dia
ramah dan berani, dan memiliki tingkah yang baik. Aku menyukainya karna
dia sangat mengerti aku, dan dia selalu siap mendengar pendapatku.
Ma,
kapan engkau akan pergi ke semarang lagi? ketika engkau kesini, aku
akan mengenalkan dia padamu, aku yakin kau akan sangat menyukainya,jadi
aku berharap untuk melihatmu segera, ma!
Dari
Michael